The Death Cure: Sebuah Penutup yang Pantas

Jan 24, 2018 Uncategorized

TDCposter

Every Maze Has An End.

3cinemaylo1141

Cast: Dylan O’Brien, Ki Hong Lee, Will Poutler, Kaya Scodelario, Thomas Brodie-Sangster, Rosa Salazar, Ava Paige / Director: Wes Ball / Genre: Action, Sci-Fi, Thriller / Runtime: 142 minutes

Film yang diangkat dari novel young adult beberapa tahun belakangan memang sempat menjadi tren. The Hunger Games yang sukses tidak hanya secara finansial namun juga dipuji kritikus mau tidak mau diakui menjadi salah satu alasan ramainya formula tersebut diangkat ke layar lebar. Kemudian muncul Divergent yang dibintangi Shailene Woodley. Berselang beberapa bulan kemudian giliran novel karya James Dashner, The Maze Runner yang dibuatkan versi filmnya. Menandai debut Wes Ball sebagai sutradara, kala itu babak pertama kisah labirin yang misterius mendapat reaksi dan tanggapan beragam. Banyak yang memberikan apresiasi positif karena berhasil tersaji sebagai film yang seru dan memiliki bobot tetapi ada juga berpendapat lain. Kini, babak terakhir dari trilogi Maze Runner berjudul The Death Cure yang akan menutup kisah Thomas dan kawan-kawan akhirnya dirilis setelah mundur dari jadwal rilis awal.

mz1Bersama dengan anggota yang masih tersisa, kelompok Glatder yang dipimpin Thomas (Dylan O’Brien) kini harus memasuki tantangan terakhir yakni The Last City. Dalam upayanya, mereka gagal menyelamatkan Min Ho (Ki Hong Lee) yang kini menjadi tahanan W.C.K.D, subjek tes projek ilmiah yang dikerjakan oleh Teresa (Kaya Scodelario) yang berkhianat. Tidak ada pilihan lain bagi Glatder selain mengambil alih kendali The Last City untuk memenangkan pertarungan.

Jika melihat kembali dua seri sebelumnya, Ball melakukan pekerjaan yang cukup baik. Hal tersebut membuat PR sang sutradara untuk menutup film ini tentu juga cukup berat. Flashback, film pertama digunakan sebagai pengenalan karakter-karakternya. Sebagai sebuah film yang tidak berbujet besar, Ball sukses menghadirkan ketegangan lewat adegan-adegan yang dibungkus dengan dark tone yang amat menarik. Film kedua mengeksplor lebih banyak adegan aksi meloloskan diri dari wujud zombie yang menghiasi sepanjang film dengan pace yang intens dan cerita yang lebih kompleks. Jika Anda bukan benar-benar fansnya maka mungkin akan membutuhkan waktu untuk mengingat apa yang telah terjadi sebelumnya mengingat film ketiganya memiliki selisih dua tahun setelah yang kedua tayang di bioskop.

thedeathcure1Tanpa berlama-lama The Death Cure langsung tancap gas. Gelaran aksi yang bergulir sejak awal seakan mencoba mengajak penonton untuk langsung memperbaiki posisi duduk menyaksikan perjalanan Glatder sambil berpikir apa dan kemana lagi Thomas beserta teman-temannya berpetualang demi  menghentikan upaya organisasi gelap W.C.K.D. Penggarapan yang matang terlihat dari adegan demi adegan yang dibuat sedemikian rapi. Dylan O’Brien yang memegang kendali utama mampu menunjukkan performa yang sekali lagi apik. Meskipun chemistry antara karakter satu dengan karakter yang lain masih terasa kurang meyakinkan namun beruntungnya plot yang secara konsisten menceritakan kisah perjuangan bertahan hidup, pengkhianatan hingga persahabatan masih dapat disuguhkan dengan cukup baik, tidak sampai pada tahap membosankan.

Untuk itu, just keep your expectation low. Selama ekspektasi yang dipasang tidak berlebihan, Maze Runner memang akan selalu menjadi film yang menghibur. Sayangnya jika harus dibandingkan dengan pendahulunya, babak pertama tetaplah yang paling unggul dimana premis, efek visual dan sinematografi mampu melebur menjadi satu kesatuan yang membuat filmnya tampil memikat.

tdc1Pun begitu, kabar baiknya The Death Cure  tidak perlu dibagi menjadi dua bagian seperti yang banyak dilakukan film lain dengan alasan ingin meraup keuntungan dua kali, karena jika Ball dan pihak studio melakukan hal tersebut bisa jadi akan hasilnya akan berakhir dengan konklusi yang cenderung buruk. Premisnya sekali lagi tidak menawarkan sesuatu yang baru sehingga kisah akhir sekelompok anak muda yang terjebak dalam berbagai situasi melawan demi merasanya tidak perlu mendapat perpanjangan hingga dua bagian. Dengan durasi yang masih lebih dari dua jam, ini adalah sebuah penutup yang meskipun tidak istimewa namun dapat dikatakan cukup pantas. At least, secara keseluruhan trilogi ini berhasil dikerjakan dengan cukup baik, tidak berakhir seperti The Mortal Instruments: City of Bones ataupun The Host yang belum (atau malah) tidak jelas kelanjutannya, membuat Maze Runner menjadi cukup beralasan untuk dimulai kemudian diselesaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.