Archive: February 3, 2018

Hoax: Tipuan Yang Mengasyikkan

poster-hoax

“Apa yang bisa Mama¬†lakukan supaya Ade betul-betul percaya, ini benar-benar Mama. Mama Asli.” – Mama

208D8B00-5AC6-4315-BA59-EE828FFB5C57

Cast: Vino G Bastian, Tora Sudiro, Tara Basro, Jajang C Noer, Landung Simatupang, Aulia Sarah, Permata Sari Harahap / Director: Ifa Isfansyah / Genre: Drama, Thriller, Mistery / Runtime: 80 minutes

Pertama kali melihat kemunculan film berjudul Hoax, mungkin tidak sedikit yang bertanya film apa ini? Judulnya kekinian sekali, sangat pas dengan era sekarang dimana berita baik atau cenderung buruk dengan mudah tersebar seiring semakin mudah dan berpengaruhnya media sosial di akses. Tingkat kebenaran sebuah berita instan tentu tidak terhindar dari istilah hoax dikarenakan tuntutan perkembangan dunia digital yang teramat cepat. Tetapi film ini tentu bukan tentang itu. Setelah ditelisik, Film ini rupanya memang bukan projek baru, wajar gaung dan promosinya hampir-hampir tidak terdengar. Pun begitu, ada nama sutradara peraih piala citra dibaliknya, Ifa Isfansyah yang pernah menelurkan karya apiknya salah satunya berjudul Sang Penari. Selain Ifa, sederet aktor lintas generasi seperti Vino G. Bastian, peraih citra aktris terbaik Tara Basro, Tora Sudiro, Aulia Sarah, Jajang C. Noer serta Landung Simatupang berada di jajaran casts. Filmnya sendiri berjudul awal Rumah dan Musim Hujan adalah film yang dibuat tahun 2012 namun belum sempat dirilis secara komersil. Setelah melakukan screening dibeberapa festival baik luar maupun dalam, akhirnya dengan momen yang dirasa pas oleh pihak rumah produksi Indy Pictures, film ini kemudian dirilis dengan judul baru.

Rumah-dan-Musim-Hujan-openingBercerita tentang kisah kehidupan tiga kakak-beradik, Ragil (Vino G. Bastin), Raga (Tora Sudiro) dan Ade (Tara Basro) yang datang dari sebuah keluarga yang tengah mengalami proses perceraian. Ibunya (Jajang C. Noer) kini tidak tinggal lagi dirumah mereka. Pada suatu hari, mereka berkumpul lagi dirumah Bapak (Landung Simatupang). Selepas makan malam tersebut, Raga dan Adek yang sudah tidak tinggal bersama Ragil dan Bapak kembali kerumah masing-masing. Satu persatu rahasia dari mereka terkuak. Ragil berusaha menutupi sebuah rahasia besar dari keluarganya, Raga tengah dihadapkan persoalan dengan kekasihnya, Sukma (Aulia Sarah) dan Adek yang mengalami kejadian mencekam dirumah kontrakannya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Memiliki konflik terpisah, film ini punya tingkat keseruan yang sebenarnya cukup tinggi untuk diikuti. Sesekali memang terasa seperti sebuah omnibus, formula yang beberapa tahun lalu ramai-ramai dibuat oleh sineas-sineas film Indonesia. Karakter-karakter utama muncul dengan permasalahan yang berbeda-berbeda namun masih memiliki benang merah. Film ini menawarkan beberapa genre dimana nuansa drama, misteri dan thriller yang kuat secara sekaligus dapat dirasakan oleh penonton. Tentu hal yang sangat menarik. Sayangnya, dikarenakan telah melewati proses perombakan yang cukup banyak editingnya terasa kurang mulus dibeberapa bagian. Menurut infonya sendiri awalnya setiap cerita memang dibuat terpisah, dimana satu kisah selesai kemudian dilanjutkan dengan kisah dari karakter berikutnya. Melihat kenyataan bahwa filmnya dirilis 6 tahun dari jadwal awal dan dirasa perlu mendapat penyesuaian akhirnya dilakukan perubahan pada susunan gambar. Belum lagi urusan sensor yang membuat tidak hanya durasinya menjadi sedemikian singkat namun juga eksplorasi kisah dari salah satu karakternya tidak mendapat porsi yang seimbang.

hoax-coverLantas apakah film ini berakhir buruk begitu saja? Tentunya tidak sama sekali. Hoax punya plot unik yang meskipun tidak baru, bisa dikatakan masih sangat jarang diangkat sebelumnya. Mengangkat sesuatu yang terasa baru, Ifa dengan lihai secara intens mengajak penonton untuk terus menebak apa sebenarnya yang terjadi terhadap karakter-karakter didalam filmnya. Nilai plus lainnya adalah penampilan cemerlang dari para cast-nya. Vino, Tara dan Tora yang memerankan tiga karakter utama dalam film ini berhasil memberikan presentasi yang baik untuk masing-masing karakter. Begitupun Landung Simatupang yang tampil apik lewat perannya sebagai Bapak. Sarah Aulia cukup mencuri perhatian meski hanya berada dibarisan pendukung. Namun jika ada juara dalam film ini maka aktris senior berbakat, Jajang C. Noer lah adalah pemenangnya. Sosok ibu yang misterius berkali-kali mengecoh penonton yang sudah terlanjur dibuat simpati dan peduli akan karakternya.

Satu hal lain yang semakin memperkokoh filmnya adalah naskah yang baik. Filmnya bergulir realistis lewat hadirnya premis dan dialog-dialog keseharian yang terasa begitu dekat dengan penonton. Sesekali mengundang tawa namun menit-menit berikutnya akan menimbulkan banyak ketegangan dan tanda tanya besar. Ini adalah sebuah alternatif yang sangat mujarab bagi penonton yang belakangan ini hanya disuguhkan film-film komersil yang tentu mudah ditebak jalan dan akhir ceritanya.

Screen-Shot-2018-01-12-at-16.27.35-640x269Hoax memang bukan film yang umumnya akan mudah dimengerti apalagi disukai khususnya penonton awam. Mungkin akan banyak menimbulkan pertanyaan namun justru itu istimewanya. Sebuah film tidak hanya dapat ditonton namun juga didiskusikan. Yang pasti lewat makna sederhana yang terkandung didalamnya tentang mitos, sebuah kejujuran dan kepercayaan, film ini dapat menunjukkan kelasnya. Ibarat makanan, sudah bosan dengan menu-menu yang itu-itu saja, ini adalah suguhan lain yang perlu untuk dicicipi. Karena sesekali diajak berpikir memang perlu, agar semuanya menjadi lebih seimbang.