Film Indonesia Lebaran 2018: Yang Mana Yang Paling Berkesan?

Jun 24, 2018 Uncategorized

709682_720

Perilisan film Indonesia di momen lebaran memang selalu menjadi hal yang menarik untuk diikuti setidaknya bagi para pecinta film Indonesia. Selain menjadi salah satu momen dimana biasanya orang-orang terkhususnya keluarga akan berbondong-bondong datang ke bioskop, libur lebaran juga bisa dikatakan momen panennya film Indonesia. Didominasinya layar bioskop oleh film-film karya anak bangsa seakan menjadikan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri setidaknya untuk waktu 1 hingga 2 bulan. Yang menarik diikuti tentu persaingan film-film tersebut dari segi marketing dalam mempromosikan film masing-masing, kemudian menentukan film mana yang akan ditonton terlebih dahulu (atau mungkin satu-satunya?) dan film mana yang pada akhirnya dikatakan sukses dengan perolehan penonton tertinggi di ‘masa panen’ tersebut. Jika tahun lalu Indonesia disuguhkan 4 film lebaran yang terdiri dari: Insya Allah Sah (MD Entertainment), Sweet 20 (Starvision Plus), Jailangkung (Screenplay Films) & Surat Kecil Untuk Tuhan (Falcon Pictures), maka tahun ini angkanya bertambah menjadi 5 film dengan judul-judul: Insya Allah Sah 2 (MD Entertainment), Jailangkung 2 (Screenplay Films), Target (Soraya Intercine Films), Kuntilanak (MVP Pictures) & Dimsum Martabak (RA Pictures). Dengan banyak dan beragamnya film Indonesia lebaran yang disuguhkan tahun ini, tentu penonton akan menemui kebingungan, mau nonton yang mana?

Sayangnya, harus diakui bahwa kualitas film Indonesia lebaran tahun ini mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Di tahun 2017 ada Sweet 20 yang menempati posisi pertama untuk kategori ‘terbaik’ versi Cinemaylo. Sebuah drama komedi yang manis karya Ody C Harahap yang kisahnya merupakan adaptasi dari film laris asal Korea, Miss Granny. Sweet 20 tidak hanya menghibur namun juga memiliki kualitas yang sangat baik jika dinilai dari berbagai aspek. Disamping itu, komedi Insya Allah Sah yang dibintangi Titi Kamal pun tampil menghibur sesuai dengan tujuan filmnya dibuat. Kemudian ada Surat Kecil Untuk Tuhan yang meskipun terasa cukup berat namun tidak dapat dikatakan buruk. Jailangkung mungkin menjadi satu-satunya film yang tampil mengecewakan tahun lalu. Beruntungnya film tersebut justru menjadi yang teratas dalam Raihan penonton dengan total kurang lebih 2,5 juta penonton. Tidak mengherankan jika sekuelnya pun dengan mudah ditebak kemunculannya. Lalu, jika menilai kelima film Indonesia lebaran tahun ini, manakah yang terbaik menurut Cinemaylo?

 

dimsjumDIMSUM MARTABAK (RA Pictures)

Cast: Ayu Ting Ting, Boy William, Denira Wiraguna, Muhadkly Acho, Olga Lidya, Ferry Salim, Mariam Bellina, Chew Kin Wah, Magdalena, Tyas Mirasih.

Director: Andreas Sullivan

Genre: Drama

Runtime: 98 minutes

3cinemaylo1141

Sejujurnya Cinemaylo memang tidak berekspektasi apa-apa dengan film ini. RA Pictures terhitung baru dalam industri perfilman namun trailer filmnya yang dirilis akhir bulan April cukup membuat penasaran. Dapat terlihat upaya dari rumah produksi milik Raffi Ahmad ini untuk dapat menyuguhkan film yang layak disebut sebagai ‘film layar lebar’. Surprisingly, meskipun di beberapa tempat belum dapat terhindar dari ‘unsur drama cheesy-nya’ namun film ini cukup menarik untuk disimak. Plotnya yang membahas tentang foodtruck cukup knowledgeable meskipun memang rasanya masih bisa untuk lebih diangkat. Performa dari castnya pun tidak mengecewakan khususnya Ayu Ting Ting yang memulai debutnya dengan cukup pantas. Terasa manis dibeberapa scene, Dimsum Martabak secara keseluruhan adalah film yang layak tonton dan menjadi salah satu rekomendasi dari kelima film yang rilis. Jut put your expectation low and you’ll enjoy it!

 

DdJrgnLU0AANR6SKUNTILANAK (MVP Pictures)

Cast: Sandrinna M Skornicki, Andryan Bima, Ciara Nadine Brosnan, Adlu Fahrezy, Ali Fikry, Aurelie Moeremans, Fero Walandouw, Nena Rosier, Naufal Ho.

Director: Rizal Mantovani

Genre: Horror

Runtime: 105 minutes

3cinemaylo1141

Kuntilanak sejatinya bukanlah sebuah materi baru. Kuntilanak pernah hadir di tahun 2006 lewat sutradara yang sama dengan bintang utama Julie Estelle. Kala itu, film rilisan MVP Pictures tersebut berhasil menuai kesuksesan dan tanggapan positif yang menjadikan sekuelnya dirilis hingga menjadi trilogi. Tahun ini dengan pertimbangan mengangkat kembali potensi kisah hantu berambut berkuku panjang ini, MVP Pictures kembali membuat film dengan judul serupa tanpa embel-embel ‘reborn’ atau kata lain yang memperjelas bahwa ini adalah versi baru dari kisah Kuntilanak. Dengan bintang-bintang baru namun masih dengan the winning team, Kuntilanak mencoba peruntungannya di momen libur lebaran. Hasilnya? Cukup berhasil. Meskipun tidak dapat dikategorikan sangat baik namun presentasi film ini cukup memikat. Jika Kuntilanak terdahulu sudah cukup ikonik dengan karakter Samantha, maka tahun ini tergantikan dengan sosok anak-anak kecil yang cukup mampu mencuri perhatian. Film ini pun tidak lupa menyisipkan kisah tentang Mangkudjiwo dimana disalah satu scene, karakter Samatha pun masih sempat dalam filmnya. Sayang dibeberapa bagian terasa tidak masuk akal misalnya rumah berhantu yang terlalu cepat usangnya hanya dalam waktu 4 bulan. Pun begitu tugasnya sebagai film horror dapat diselesaikan dengan baik. Beberapa jumpscare terbukti masih bekerja. Not a outstanding horror movie, but it’s worth it to watch.

 

152523462178640_300x430INSYA ALLAH SAH 2 (MD Pictures)

Cast: Pandji Pragiwaksono, Donny Alamsyah, Luna Maya, Miller Khan, Nirina Zubir, Tanta Ginting, Ray Sahetapy, Meriam Bellina, Hengky Solaiman, Inggrid Widjanarko.

Director: Anggy Umbara & Bounty Umbara

Genre: Drama, Comedy

Runtime: 91 minutes

3cinemaylo1141

Nah, inilah salah satu film yang berangkat dari kesuksesan tahun lalu. Insya Allah Sah yang sebelumnya dibesut oleh Benni Setiawan dapat dikatakan berhasil dengan raupan 830.000 penonton. Tidak sefantastis Jailangkung memang namun raihan tersebut sudah cukup menjadi alasan mengapa sekuelnya perlu dibuat. Masih dengan karakter utama Raka yang diperankan Pandji, kini departemen akting diperkuat dengan kehadiran Donny Alamsyah & Luna Maya. Jika membandingkan dengan Insya Allah Sah 1, kali ini mungkin gelaran komedinya tidak begitu berlimpah namun aksi dan eksekusinya secara keseluruhan terasa lebih rapi. Hadirnya sekuel ini rasanya juga telah memperkuat formula karakter Raka yang mungkin jika kembali menuai sukses akan dihadirkan lagi sebagai karakter polos namun pembawa berkah bagi orang-orang yang ditemuinya. Still worth it to watch!

 

DbT-DAeUwAEhFxVTARGET (Soraya Intercine Films)

Cast: Raditya Dika, Cinta Laura, Samuel Rizal, Willy Dozan, Abdur Arsyad, Hifdzi Khoir, Ria Ricis, Romy Rafael, Anggika Bolsterli.

Director: Raditya Dika

Genre: Comedy, Thriller

Runtime: 93 minutes.

15

Hanya dengan menonton trailer-nya saja, kita akan dengan mudah teringat dengan film Raditya Dika terdahulu yang berjudul Hangout (2016). Bagaimana tidak, plotnya terasa sangat mirip. Sekumpulan aktor dan aktris memerankan diri mereka sendiri datang ke sebuah tempat dengan undangan syuting film namun berakhir dengan aksi saling bunuh-membunuh. Ya, Hangout memang terhitung sukses dengan jumlah penonton 2,6 juta penonton. Namun apakah itu dapat menjadi alasan yang cukup untuk kembali membuat film dengan plot sangat mirip namun dengan cast-cast baru? Alih-alih disuguhkan aksi demi aksi yang lebih menghibur, semua yang dihadirkan dalam film ini terasa sangat kosong dan tidak berkesan sama sekali. Target tidak lebih lucu dari Hangout, tidak lebih seru dan yang paling penting tidak lebih beralasan untuk ditonton. Sangat disayangkan melihat potensinya sendiri terlihat cukup besar dimana kesalahan yang dahulu terdapat dalam Hangout mungkin dapat dibayar lunas oleh Raditya Dika melalui film ini. Kita juga tahu bahwa Soraya Intercine Films sendiri selalu memiliki production value yang baik, namun lagi-lagi film ini gagal tampil mengesankan.

 

Jailangkung-2JAILANGKUNG 2 (Sky Media & Legacy Pictures)

Cast: Amanda Rawles, Jefri Nichol, Hannah Al Rasyid, Lukman Sardi, Naufal Samudra, Deddy Sutomo

Director: Jose Poernomo & Rizal Mantovani

Genre: Horror

Runtime: 83 minutes

1

Memang sering ditemui kasus dimana yang berkualitas akan kalah dengan yang lebih komersil. Sekali lagi terbukti melalui film garapan dua sutradara yang menjadi langganan film horror, Jose Poernomo & Rizal Mantovani. Seolah melanjutkan pencapaian sebelumnya, secara keseluruhan menurut Cinemaylo, Jailangkung 2 adalah film terburuk untuk lebaran tahun ini dan sampai tulisan ini diposting, film ini juga menjadi yang terlaris secara hitungan jumlah penonton. Sepanjang menyaksikan film ini, rasanya sulit ditemukan alasan mengapa film ini harus benar-benar dibuat dan ditonton selain tentunya dalam rangka meraup keuntungan semata. Bagi yang berekspektasi lebih dengan melihat trailer dan production value-nya yang terkesan menjanjikan, siap-siap untuk kembali kecewa dengan film ini. Padahal adegan awal yang dihadirkan terasa cukup menjanjikan namun lama kelaman Jailangkung 2 bergulir lebih nyeleneh dari yang terdahulu, tidak dapat ditemukan esensi filmnya seolah Jailangkung hanyalah sebuah judul film yang menarik namun hampir tidak memiliki korelasi dengan filmnya secara keseluruhan. Okay, mari kesampingkan hal-hal tersebut dan fokus dengan tugas utamanya film dengan label horror. Apakah film ini menyeramkan? Tidak sama sekali. Menegangkan? Tidak sama sekali. Lalu adakah alasan lain untuk menonton film ini selain dengan alasan penasaran? Juga tidak sama sekali. Untuk satu kali lagi, this movie a big disappointment.

So, that’s our review for this year Lebaran movie. Kalau versi kamu, bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published.