cinemaylo

Logan Lucky: Comeback Cerdas Sutradara Oscar

 

LLPOSTER

“You sucked my arm off!” – Clyde Logan

41

Cast: Channing Tatum, Adam Driver, Daniel Craig, Jack Quaid, Brian Gleeson, Riley Keough, Rebecca Koon, Katie Holmes, Farrah MacKenzie, Seth MacFarlane / Director: Steven Soderbergh / Genre: Comedy, Crime, Drama / Runtime: 118 minutes

Keputusan sutradara berbakat yang telah menelurkan berbagai karya-karya berkualitas, Steven Soderbergh untuk mundur dari dunia perfilman beberapa tahun silam tidak hanya menjadi kabar yang cukup mengejutkan melainkan juga amat disayangkan banyak pihak. Bagaimana tidak, film-film yang dibuatnya selalu mendapat sambutan dan review positif.  Torehan nominasi dan penghargaan dari berbagai ajang semakin membuktikan potensi besar yang dimilikinya. Beruntungnya, setelah benar-benar berhenti merilis film, tahun 2017 ia kembali ke bangku penyutradaraan lewat film bertema heist berunsur komedia yang menandai comeback-nya.

LL1Jimmy Logan (Channing Tatum) dan Clyde Logan (Adam Driver) adalah dua bersaudara yang masing-masing memiliki kekurangan. Jimmy pincang atas sebuah peristiwa yang dialaminya begitupun dengan Clyde yang kehilangan salah satu tangannya setelah di amputasi akibat kecelakaan saat ia menjadi tentara. Hal tersebut yang membuat mereka menyebut keluarga Logan adalah keluarga terkutuk. Jimmy yang baru saja dipecat merencanakan sebuah aksi pencurian dengan mengajak Clyde demi mendapatkan uang banyak dari acara balapan NASCAR, tempat dimana ia dulunya bekerja. Demi melancarkan aksinya, mereka kemudian merekrut perampok handal Joe Bang (Daniel Craig) yang sedang dipenjara, Fish dan Sam (Jack Quaid dan Brian Gleeson) dua bersaudara yang dulunya juga merupakan mantan perampok dan juga dibantu adik mereka, Mellie Logan (Riley Keough). Sayangnya, perampokan itu kemudian berhasil diketahui oleh CIA. Bagaimana akhir kisahnya?

Bagi sebagian besar orang, Logan Lucky mungkin tidak menarik lagi kehadirannya. Filmnya sendiri memang sudah rilis sejak Agustus tahun lalu di Amerika. Tidak dirilis secara serentak dimana jadwalnya terpaut jauh dari tanggal perilisan di Amerika, perilisannya di Indonesia sendiri terkesan tanpa publikasi (atau malah kami yang kurang informasi?) membuat film ini terasa bagaikan film kelas B yang hanya akan dirilis untuk menghabiskan stok film yang belum tayang. Setidaknya hal tersebut yang ada dibenak kami sebagai orang yang tidak tahu banyak akan filmnya. Tetapi setelah melihat sineas yang berada dibaliknya, belum lagi jajaran aktornya mulai dari Channing Tatum, Adam Driver hingga aktor pemeran James Bond, Daniel Craig tentu ini bukan film main-main meskipun terkadang casts yang bagus tidak dapat menjadi jaminan kualitas sebuah film.

logan-lucky-daniel-craigLalu bagaimana hasil akhirnya? Luar biasa. Logan Lucky merupakan sebuah comeback yang berhasil dan sangat menyenangkan. Soderbergh mampu menyajikan kisah perampokan yang seru, punya unsur komedi yang berkelas dan tentunya didukung performa pemain yang sangat baik. Ini adalah kali keempat Tatum bermain dalam film arahan sutradara yang meraih Oscar lewat Traffic (2000) ini sehingga mungkin tidak ada kesulitan dalam keduanya untuk bekerja sama menampilkan sosok karakter utama yang protagonis yang menjadi otak dari perampokan namun tetap mampu meraih simpati penontonnya. Driver juga tidak kalah bagusnya dalam memerankan tokoh Clyde. Meskipun kabarnya Michael Shannon dan Matt Damon-lah yang sebelumnya di plot untuk memerankan dua karakter utama tersebut namun Tatum & Driver rasanya sudah menjadi pilihan yang tepat. Sementara itu penampilan baik lainnya datang dari Quaid & Gleeson yang secara konsisten hadir sebagai ‘penghibur’ dalam film ini namun saja mungkin tidak ada yang sesukses Craig dimana karakter Joe Bang ditangannya menjadi sangat licik, menghibur dan memorable. Sebuah pertunjukan yang amat baik dari seluruh aktor dan aktris yang terlibat didalamnya.

Keseruan lainnya juga dapat dirasakan melalui upaya cerdas Soderbergh menampilkan adegan demi adegan dengan sangat menarik. Dari film ini kita bisa tahu ternyata dalam event balap sebesar NASCAR, ada sistem perputaran uang yang begitu unik, mungkin tidak banyak yang tahu sebelumnya. Selain itu ada teknik menyelinap dibawah mobil yang sangat rapi dan adegan menarik lainnya. Beberapa diantaranya mungkin  tidak masuk diakal tetapi siapa yang peduli, sang sutradara mampu mengemasnya menjadi film yang bergulir sangat menghibur. Bagian terbaik lainnya adalah sisi drama yang diangkat dengan porsi yang pas. Tanpa dramatisasi yang berlebihan, kita tetap mampu bersimpati akan hubungan keluarga Logan khususnya hubungan Jimmy dan anak serta sang mantan istri yang hadir dengan konflik sehari-hari. Peran Rebecca Blunt, sang penulis naskah tentu juga patut mendapat apresiasi. Dialog-dialog ringan namun ‘berisi’ memungkinkan film untuk tetap terasa meyakinkan dan terasa dekat. Logan Lucky membuktikan, sebuah film bagus memang tidak perlu berteriak untuk menunjukkan kualitasnya. Ringan, cerdas dan yang pasti sangat menghibur. Brilliant!

The Commuter: Formula Klise yang Menghibur

thecommuterposter

“It doesn’t have to end this way. Think about Karen, Danny…” – Joanna

3cinemaylo1141

Cast: Liam Neeson, Vera Farmiga, Patrick Wilson, Jonathan Banks, Sam Neil, Elizabeth McGovern, Killian Scott / Director: Jaume Collet-Serra / Genre: Action, Crime, Drama / Runtime: 105 minutes

Absen ditahun 2017 lalu dimana tidak ada nama Liam Neeson yang menghiasi layar bioskop Indonesia, mungkin ini bisa saja menjadi kabar menggembirakan bagi mereka yang ingin kembali melihat aksi aktor paruh baya tersebut dalam layar lebar. Sebenarnya Neeson tidak benar-benar absen. Ia membintangi beberapa serial tv dan bermain di film layar lebar yang hanya rilis terbatas. Berbicara mengenai karirnya sendiri, nama Neeson tentu sudah tidak asing lagi (bahkan mungkin sangat terkenal) di kalangan penonton dunia khususnya di Indonesia. Tentu kita tidak mungkin lupa dengan Taken, film aksi tahun 2006 yang filmnya dibuat sampai 3 babak yang turut melambungkan namanya. Kala itu Taken hadir dengan premis yang amat menarik mampu tampil sebagai salah satu film aksi yang tidak hanya berbobot tetapi juga sangat seru. Dianggap berhasil dalam menghidupkan karakter Bryan Mills, Neeson mendapat peran senada dalam film berjudul Non-stop dan kemudian Run All Night. Seakan sudah menjadi peran stereotipnya tahun ini ia kembali dengan film bertajuk The Commuter.

thumbnail_26856Film berkisah tentang seorang agen asuransi, Michael MacCauley (Liam Neeson) yang baru saja dipecat dari kantornya. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, pilihan pekerjaan untuknya tentu tidak banyak. Dalam perjalanan pulangnya, ia bertemu dengan Joanna (Vera Farmiga) wanita misterius yang secara tiba-tiba menawarinya pekerjaan yang terkesan mudah dan mendatangkan uang dalam jumlah yang cukup besar. Tugasnya adalah mencari sosok penumpang yang dianggap tidak seharusnya berada di dalam kereta yang ditumpanginya. Berbekal pengetahuannya sebagai penumpang kereta sejak 10 tahun terakhir, MacCauley pun memilih menerima tawaran tersebut yang pada akhirnya membawanya mau tidak mau menyelesaikan apa yang sudah ia mulai.

Mudah ditebak, premisnya masih akan membahas keluarga dimana lagi lagi Neeson dihadapkan diposisi yang sulit yang menyangkut keselamatan orang yang dicintainya. Bosan? Tentu saja tidak. Film ini menandai kerjasama ketiga kali antara Neeson dan Jaume Collet-Serra yang sepertinya sudah menemukan formula yang pas dalam mengaduk-aduk perasaan penontonnya untuk ikut merasakan ketegangan dari tokoh utama yang diperankan Neeson dengan pas (meskipun tidak lagi menjadi sesuatu yang spesial). Sang aktor mungkin tidak sebugar biasanya namun sulit dipungkiri ia masih memiliki kharisma yang amat besar untuk peran sejenis. Meskipun rasanya tidak sejor-joran biasanya, adegan-adegan yang dilakoninya dalam kereta pun tersaji sangat rapi didukung dengan tata kamera yang mumpuni, terbukti masih mampu membuat penonton seolah-olah terbawa dalam aksi demi aksi dalam filmnya.

The-Commuter-Movie-Review-Liam-NeesonMeskipun tidak sampai dalam hitungan yang membosankan, apa yang tersaji dalam The Commuter sayangnya memang benar-benar tidak ada yang baru. Semua elemen yang hadir dalam film ketiga kolaborasi sang sutradara dan aktor berusia 65 tahun itu sudah pernah dihadirkan di film-film sebelumnya membuat The Commuter memang tidak lagi se-spesial Non-Stop apalagi Taken babak pertama. Naskahnya cukup padat meskipun diparuh akhir terasa kendur begitu saja. Beruntungnya cast lain masih mampu memberikan kontribusi positif dalam perannya masing-masing sehingga tidak terkesan hanya sebatas pemanis saja. Duo Vera Farmiga-Patrick Wilson yang terlanjur dikenal dalam perannya sebagai pasangan suami-istri Warren dalam The Conjuring tetap mampu tampil menarik.

Akhir kata, The Commuter tetaplah layak untuk ditonton tidak hanya bagi mereka penggemar Neeson namun juga kalian yang gemar akan film bergenre aksi berformula sama. Tetapi jika diibaratkan makanan yang disajikan tidak setiap hari tetapi berkala, tentu lama-lama akan terasa biasa saja. Yang pasti, jika masih diminati dan masih mampu meraup untung besar, film sejenis masih akan terus bermunculan dan Neeson akan tetap menjadi salah satu kandidat terdepan.